Metode & Algoritma | List Tutorials | Source Code | About | Sitemap
Konsultan Tesis
Bimbingan dan Konsultasi Tesis Informatika bersama team Project Graduate Indonesia. Konsultasi hanya untuk yang sudah me-Like FB kami (Silahkan LIKE tombol ini jika belum).
. Scroll kebawah untuk memasukan kode AntiSpam Protection. Hasil konsultasi akan kami kirimkan ke email Anda.

(032) DAMPAK PERCERAIAN ORANG TUA TERHADAP PENYESUAIAN DIRI REMAJA AWAL




.


Metode dan Algoritma | (032) DAMPAK PERCERAIAN ORANG TUA TERHADAP PENYESUAIAN DIRI REMAJA AWAL . Anda bisa melakukan konsultasi tentang (032) DAMPAK PERCERAIAN ORANG TUA TERHADAP PENYESUAIAN DIRI REMAJA AWAL melalui form di samping kanan !!!


BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Masa remaja dimulai pada saat anak secara seksual menjadi matang dan berakhir pada saat ia mencapai usia matang secara fisik dan psikis. Secara umum masa remaja dibagi menjadi dua bagian yaitu masa remaja awal dan masa remaja akhir (Hurlock, 1980).

Selain itu masa remaja itu sendiri merupakan periode perkembangan antara masa kanak–kanak dan dewasa. Hal ini ditandai dengan pubertas dan timbulnya perubahan fisik, psikis dan sosial yang dialami oleh remaja, sehingga dapat dimaklumi jika pada remaja timbul tindakan–tindakan yang kurang pas seperti: ingin berbeda dengan tindakan orang tua, mulai menyukai lawan jenis, merasa dirinya lebih dari yang lain. Adanya kondisi seperti ini dapat membawa remaja pada keadaan emosi yang tidak stabil karena belum tercapainya kematangan kepribadian dan pemahaman nilai sosial remaja sebagai manusia yang sedang berkembang menuju tahap dewasa yang mengalami perubahan dan pertumbuhan yang pesat. Perkembangan pada masa remaja pada dasarnya meliputi aspek fisiologi, aspek psikologis dan aspek sosial (Walgito, 1988).

Perkembangan aspek fisiologi ditandai dengan berfungsinya hormon dan perubahan suara. Perkembangan psikologis meliputi keadaan emosi, kognisi dan pemahaman tentang diri pribadi sosial meliputi pemahaman nilai sosial dan melakukan interaksi sosial dengan teman sebaya (Santrock, 2002).

Tugas–tugas perkembangan remaja dipusatkan pada penanggulangan sikap dan pola perilaku yang kekanak–kanakan dan mengadakan persiapan untuk menghadapi masa remaja. Tugas perkembangan pada masa remaja menuntut perubahan besar dalam sikap dan pola perilaku anak, hanya sedikit anak laki-laki dan anak perempuan yang dapat diharapkan untuk menguasai tugas- tugas masa remaja awal, apalagi mereka yang terlambat untuk matang (Hurlock, 1980).

Adapun tugas - tugas perkembangan remaja yaitu mencapai peran sosial pria dan wanita, mencapai hubungan baru dan yang lebih matang dengan teman sebaya baik pria maupun wanita, menerima keadaan fisiknya dan mengunakan tubuhnya secara efektif, mencapai kemandirian emosional dari orang tua dan orang dewasa lainnya, mempersiapkan karier ekonomi untuk masa yang akan datang, mempersiapkan perkawinan dan keluarga, memperoleh perangkat nilai dan sistem etis sebagai pegangan berperilaku dan mengembangkan ideologi (Hurlock, 1999).

Penyesuaian diri adalah kemampuan seseorang untuk hidup dan bergaul secara wajar dengan lingkungan sehingga individu merasa puas terhadap diri dan lingkungannya. Penyesuaian diri itu dilakukan untuk melepaskan diri dari hambatan-hambatan dan ketidakenakan yang ditimbulkannya sehingga akan mendapatkan suatu keseimbangan psikis yang dalam hal ini tentu tidak menimbulkan konflik bagi dirinya sendiri dan tidak melanggar norma-norma yang berlaku dimasyarakat (Willis, 198).

Penyesuaian diri merupakan suatu usaha yang dilakukan manusia untuk mengubah keadaan diri dan keinginannya agar sesuai dengan keadaan dan keinginan lingkungan (Berungan, 1991).

Penyesuaian diri adalah suatu faktor yang mencakup respon mental dan tingkah laku yaitu individu berusaha keras agar mampu mengatasi konflik dan frustasi karena terhambatnya kebutuhan didalam dirinya sehingga tercapai keselarasan dan keharmonisan antara dorongan dari diri dan tuntutan dari luar dirinya (Irawan, 2000).

Berdasarkan hasil wawancara dan observasi, penulis mendapatkan beberapa informasi bahwa dampak perceraian terhadap perkembangan seorang anak, khususnya anak remaja awal adalah ketika mereka bercerai, orang tua akan lebih siap menghadapi perceraian dibandingkan anak-anak mereka. Hal tersebut karena sebelum mereka bercerai biasanya didahului proses berpikir dan pertimbangan yang panjang, sehingga terdapat persiapan mental dan fisik dari mereka.

Tidak demikian halnya dengan anak yang sudah beranjak remaja, mereka tiba-tiba saja harus menerima keputusan yang telah dibuat oleh orang tua, tanpa ada bayangan bahwa hidup mereka akan berubah secara tiba-tiba. sehingga keadaan rumah menjadi berubah. Hal yang mereka tahu sebelumnya mungkin hanyalah ibu dan ayah sering bertengkar. Kadangkala, perceraian adalah satu-satunya jalan bagi orangtua untuk dapat terus menjalani kehidupan sesuai yang mereka inginkan, namun perceraian selalu menimbulkan akibat buruk pada anak anak mereka, meskipun dalam kasus tertentu dianggap alternatif terbaik daripada membiarkan anak tinggal dalam keluarga dengan kehidupan pernikahan yang buruk. Biasanya dilihat saja perkembangan anak akibat perceraian orangtuanya yaitu anak akan lebih menderita dan akan menimbulkan trauma, sehingga anak juga akan bingung untuk memihak ayah atau ibunya. Setelah perceraian hal akan membawa pengaruh langsung bagi anak–anak mereka terlihat pula dalam menyesuaikan diri dengan situasi baru ini yang diperlihatkan dengan cara dan penyelesaian yang berbeda. Peranan lingkungan keluarga sangat penting bagi seorang anak yang menginjak remaja, terlebih lagi pada tahun–tahun pertama dalam kehidupannya setelah orang tuanya bercerai.

Perceraian pasangan suami-istri seringkali berakhir menyakitkan bagi pihak-pihak yang terlibat, termasuk di dalamnya adalah anak-anak. Peristiwa ini menimbulkan anak–anak tidak merasa mendapatkan perlindungan dan kasih sayang dari orang tuanya. Perceraian juga dapat menimbulkan stres dan trauma untuk memulai hubungan baru dengan lawan jenis. Perceraian adalah penyebab stres kedua paling tinggi, setelah kematian pasangan hidup. Seringkali perceraian diartikan sebagai kegagalan yang dialami suatu keluarga (Holmes dan Rahe, 2005).

Anggapan mengenai perceraian sama dengan suatu kegagalan yang biasa karena semata–mata mendasarkan perkawinan pada cinta yang romantis, padahal pada semua sistem perkawinan paling sedikit terdiri dari dua orang yang hidup dan tinggal bersama dimana masing–masing memiliki keinginan, kebutuhan serta latar belakang sosial yang berbeda satu sama lain. Akibatnya sistem ini biasanya memunculkan ketegangan dan ketidakbahagiaan yang dirasakan oleh semua anggota keluarga (Erna, 1999)

Perceraian dan perpisahan orangtua menjadi faktor yang sangat berpengaruh bagi pembentukan perilaku dan kepribadian anak. Banyak studi dilakukan untuk memahami akibat-akibat perceraian bagi anggota keluarga khususnya seorang anak (Johnston, 1996; Hurlock, 1992)

Dalam kasus perceraian, tidak hanya orang tua yang menanggung kepedihan, tapi yang lebih merasakan beratnya perceraian adalah anak. Severe (2000) mengemukakan bahwa anak bukannya tidak tahu tapi ia tidak mampu menjelaskan, mengapa ia tidak ingin ada orang tahu bahwa ia sedang pedih hatinya, dia juga tidak ingin mengatakan apapun yang dapat memperburuk keadaan di rumah. Sebenarnya anak dapat melihat ketegangan yang dialami orang tuanya. Tetapi dia khawatir jika dia mengungkapkan emosinya, akan menambah kepedihan setiap orang. Inilah alasan mengapa sebagian besar anak tidak pernah bicara dengan orang tuanya tentang perasaannya mengenai perceraian. Perasaan tersembunyi ini akan meningkatkan kecemasan dan memperlemah kemampuan anak untuk berprestasi di sekolah. Selain itu, perasaan yang tertekan bisa menjadi bibit bagi permasalahan yang lebih besar dalam kehidupannya nanti. Secara psikologis, anak terikat pada kedua orang tuanya, jika orang tuanya bercerai, seperti separuh kepribadiannya dirobek, hal ini akan berpengaruh terhadap rasa harga diri yang buruk, timbul rasa tidak aman dan kemurungan yang luar biasa dan dalam kondisi demikian maka sekolah bagi anak bukan merupakan sesuatu yang penting.

Menurut Handoko (2002) perceraian bagi anak adalah "tanda kematian" keutuhan keluarganya, rasanya separuh "diri" anak telah hilang, hidup tak akan sama lagi setelah orang tua mereka bercerai dan mereka harus menerima kesedihan dan perasaan kehilangan yang mendalam. Contohnya, anak harus memendam rasa rindu yang mendalam terhadap ayah/ibunya yang tiba-tiba tidak tinggal bersamanya lagi. Perasaan kehilangan, penolakan dan ditinggalkan akan merusak kemampuan anak berkonsentrasi di sekolah. Perasaan-perasaan tersebut akan meningkat bila kedua orang tuanya saling menyerang atau menghina. Bila salah satu orang tua mengatakan hal-hal yang jelek mengenai pasangannya di depan anak mereka, anak akan cemas bahwa ciri-ciri yang tidak menyenangkan itu akan melekat pada diri mereka. Mereka akan berpikir, "Kalau ayah orang jahat, jangan-jangan nanti aku juga jadi orang jahat. Kata orang aku sangat mirip ayah. "Perasaan penolakan dan kehilangan akan sangat membekas, dia berkeyakinan, dirinya seorang anak yang tidak punya nilai, hilangnya hubungan dengan salah satu orang tua berarti ia tidak pantas mendapatkan waktu dan kasih sayang. Tiadanya harga diri itu akan mengganggu kehidupannya. Ia takut menjalin persahabatan. Ia takut berusaha keras di sekolah, bahkan ia juga takut untuk terlalu dekat dengan ibunya karena kalau ayahnya saja tidak peduli, orang lain pasti akan begitu. Ada ketakutan juga jangan-jangan orang tua yang sekarang bersamanya juga akan meninggalkannya. Amarah dan agresi merupakan reaksi yang lazim dalam perceraian, hal itu terjadi bila orang tuanya marah di depan anaknya. Akibatnya, anak biasanya akan menumpahkan amarahnya kepada orang lain, misalnya kepada rekan-rekan sebayanya dan adik-adiknya karena relatif lebih aman.

Bisa dilihat kembali pada awal tahun 1960an dan tahun 1970an rata–rata tingkat perceraian semakin tinggi secara dramastis dengan adanya kasus yang menemukan bahwa anak–anak hasil perceraian mengalami trauma, memperlihatkan gejala–gejala depresi ringan dan anti sosial. Dampak ini terlihat hampir seluruh kehidupan anak ketika orang tua mereka baru saja bercerai. Hal ini juga berdampak pada masa muda mereka dimana remaja yang menjadi korban perceraian dari orang tua mereka memiliki angka perceraian yang tinggi dibandingkan dengan mereka yang berasal dari keluarga yang tidak bercerai. Dalam penelitian terakhir hubungan anak remaja yang orang tuanya bercerai adalah remaja yang menjadi korban perceraian akan memiliki sikap pesimis mengenai kehidupan pernikahannya. Penelitian tersebut menandai anak-anak hasil perceraian selalu memusatkan opininya tentang pernikahan pada sesuatu yang lain (Franklin, dkk, 1990)

Remaja yang menjadi korban perceraian orang tuanya akan kurang menpercayai pasangan mereka bila dibandingkan mereka yang berasal dari keluarga yang utuh. Mereka menganggap hubungan mereka berpacaran terlalu beresiko (Johnston dan Thomas, 1996)

Remaja pada pernikahan pertamanya akan mengalami ketidakstabilan karena peneliti menemukan bahwa diantara mereka tidak begitu bahagia dalam pernikahannya terlihat mereka lebih tegang dalam menjalin hubungan dengan pasangannya. Mereka yang berasal dari keluarga tidak utuh memiliki tingkat perceraian yang tinggi dan merasa kalau pernikahannya dalam masalah (Weber, dkk, 1995)

Berdasarkan hasil survey nasional AS sebanyak 11 macam dari tahun 1973 hingga 1985 diperoleh bermacam-macam argumen tentang dampak perceraian yaitu dalam hal ini bentuk peran pasangan seperti pernikahan yang buruk akan menghasilkan tipe anak yang buruk juga. Kurang mempunyai kontrol sosial seperti kurangnya dukungan keluarga terhadap pernikahan hilangnya bentuk peran pasangan, pendidikan yang rendah, keinginan besar untuk bercerai, mereka lebih suka memilih bercerai untuk mengakhiri konflik, menikah pada usia muda biasanya menikah pada usia muda cenderung akan lebih cepat bercerai (Glenn and Kramer, 1987)

B. Perumusan masalah

Dengan adanya uraian yang penulis paparkan pada latar belakang diatas menunjukkan apakah ada dampak perceraian orang tua terhadap penyesuaian diri pada remaja awal?

C. Tujuan Penelitian

Tujuan penulis dalam melakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak perceraian orang tua terhadap penyesuaian diri pada remaja awal.

D. Manfaat Penelitian

1. Manfaat Secara Teoritis

Dengan penelitian ini diharapkan dapat merupakan sumbangan pemikiran ilmiah yang dapat menambah pengetahuan dalam bidang ilmu psikologi perkembangan yang berkaitan dengan dampak perceraian orang tua terhadap penyesuaian diri pada remaja awal

2. Manfaat Secara Praktis

a. Remaja

Memberikan gambaran secara khusus mengenai penyesuaian diri remaja yang dihadapkan dari keluarga yang memiliki status perceraian, karena dapat menjadi acuan untuk mengatasi masalah-masalah remaja yang menjadi korban perceraian orang tuanya sendiri.

b. Orang Tua

Bagi orang tua hal ini merupakan salah satu cara untuk memberikan pengertian tentang dampak perceraian didalam keluarga dan dampak bagi anak– anak mereka.

c. Masyarakat

Harapan peneliti dari hasil penelitian ini dapat menjadi salah satu bahan pertimbangan bagi orang tua yang ingin bercerai dalam mengambil keputusan dan pertimbangan untuk bercerai dan diharapkan dapat membantu orang yang sudah bercerai untuk dapat meminimalkan efeknya terhadap anak-anak mereka.

dapatkan file lengkapnya

klik disini





Source Code ActionScript AS3 ASP.NET AJAX C / C++ C# Clipper COBOL ColdFusion DataFlex Delphi Emacs Lisp Fortran FoxPro Java J2ME JavaScript JScript Lingo MATLAB Perl PHP PostScript Python SQL VBScript Visual Basic 6.0 Visual Basic .NET Flash MySQL Oracle Android
Related Post :


Project-G
Judul: (032) DAMPAK PERCERAIAN ORANG TUA TERHADAP PENYESUAIAN DIRI REMAJA AWAL
Rating: 100% based on 99998 ratings. 5 user reviews.
Ditulis Oleh hank2

Anda sedang membaca artikel tentang (032) DAMPAK PERCERAIAN ORANG TUA TERHADAP PENYESUAIAN DIRI REMAJA AWAL, Semoga artikel tentang (032) DAMPAK PERCERAIAN ORANG TUA TERHADAP PENYESUAIAN DIRI REMAJA AWAL ini sangat bermanfaat bagi teman-teman semua, jangan lupa untuk mengunjungi lagi melalui link (032) DAMPAK PERCERAIAN ORANG TUA TERHADAP PENYESUAIAN DIRI REMAJA AWAL.


Posted by: Metode Algoritma Updated at: 06.40

Label

makalah Ekonomi Manajemen skripsi Sistem Informasi info menarik Lain - Lain judul skripsi judul fix Syariah Blogging Contoh Skripsi RPP dan Silabus File Skripsi Programming Software Contoh Makalah Tutorial Hardware Education JASA REVIEW Farmasi Hukum tesis Jual Beli Contoh Surat Teknologi Informasi Download Skripsi Contoh Karya Ilmiah Ilmu Komunikasi Kontes SEO Sistem operasi trik Batik Ushuluddin free Tarbiyah tips Download judul Contoh Kalimat Contoh Sinopsis Pendidikan Utility Contoh Proposal Akbid TESIS HUKUM info Biasiswa informatika Contoh Tugas Akhir Fak. Dakwah Berita Contoh Naskah Wawasan buku menarik programing Browser Contoh Artikel Contoh Tesis Download Manager KESEHATAN MASYARAKAT TESIS AKUNTANSI TESIS KESEHATAN MASYARAKAT TESIS PENDIDIKAN TESIS SDM windows windows 8 Gratis TESIS MAP TESIS PERTANIAN TESIS PSIKOLOGI Visual Basic antivirus contoh office virus Contoh Karya Tulis Internet Kumpulan Judul Skripsi Pelajaran RPP Bahasa Inggris TESIS BAHASA DAN SASTRA TESIS ILMU SOSIAL TESIS KEDOKTERAN TESIS MEP TESIS MPKD TESIS TEKNIK SIPIL activator editor microsoft security teknik informatika Contoh Puisi Fak. Adab Game IDM Modul Praktikum TEKNIK EKONOMI TESIS ELEKTRO TESIS ILMU KOMUNIKASI TESIS ILMU POLITIK TESIS MAGISTER MANAJEMEN TESIS TEKNIK LINGKUNGAN Video Web converter ebook handphone ilmu komputer ipo kumpulan software repair tugas akhir Donwload skripsi Download Source code Download laporan kuliah kerja lapangan Ekonomi Kumpulan Jurnal PTK Perpustakaan Recorder TESIS ARSITEKTUR TESIS KETAHANAN NASIONAL TESIS KOMUNIKASI TESIS LINGKUNGAN TESIS MIPA TESIS MM TESIS TEKNIK TESIS TEKNIK INDUSTRI Tips dan Trik a aktivasi windows 7 analisis laporan keuangan aplikasi android cara mengganti theme cash flow performances ebook gratis facebook foto free serial number jasa skripsi informatika karakteristik skripsi metode penelitian pdf project skripsi adalah skripsi gratis skripsi teknik informatika tips memilih antivirus 08 TESIS MM AGRIBISNIS 09 TESIS http://www.blogger.com/img/blank.gifMM KEUANGAN ABSORPTIVE CAPACITY AGRO ARSITEKTUR Akad Murabahah Akuntabilitas Publik Akuntansi Analisa Sumber dan Penggunaan Modal Kerja B. Indonesia Bejubel Market Place Terbaik Indonesia Bimbingan Skripsi Informatika Budaya Organisasi Buddha CHANNEL RICHNESS Campuran Cara Mendapatkan File Skripsi Chang'an Daftar Isi Blog Download laporan kuliah kerja praktek EKONOMI PERTANIAN EXTRINSIC MOTIVATION Earnings Ekonomi Dan Studi pembangunan Evelyn Underhill Fisika Hukum Perdata Hukum Pidana Hukum Tata Negara Indonesia Informasi Jurnal Komitmen Organisasi Komunikasi Kuliner Manajemen Marcus Aurelius Mediafire Movie PETERNAKAN Pendidikan Bahasa Inggris Psikologi RPC RPP Bahasa Indonesia SKRIPSI MAP Surat Lamaran Kerja TEKNIK SIPIL TESIS ANTROPOLOGI TESIS EKONOMIKA PEMBANGUNAN TESIS FILSAFAT TESIS FINANCE/AKT TESIS HUBUNGAN INTERNASIONAL TESIS ILMU KESEHATAN TESIS ILMU PENGETAHUAN BUDAYA TESIS ILMU PERTANIAN TESIS INFORMATIKA/KOMPUTER TESIS KEHUTANAN TESIS KEPERAWATAN TESIS KEPERPUSTAKAAN DAN KEARSIPAN TESIS KOMPUTER DAN ELEKTRONIKA TESIS MAGISTER ADMINISTRASI PUBLIK TESIS MAGISTER EKONOMIKA PEMBANGUNAN TESIS MAGISTER MANAJEMEN - PELAYANAN TESIS MM OPERASI-PRODUKSI TESIS MM PEMASARAN TESIS MM/STRATEGI TESIS OLAHRAGA TESIS SAINS TESIS SASTRA TESIS SEJARAH TESIS SUMBER DAYA MANUSIA TESIS SYARIAH TESIS TARBIYAH TESIS TEKNIK DAN MANAJEMEN INDUSTRI TESIS TEKNIK KIMIA TESIS TEKNIK MESIN William Wordsworth XL Youtube aaa blog about wazzub adf.ly adfly alat doraemon alat doraemon di dunia nyata analisa modal kerja analisa pengembalian kredit analisis keuangan analisis pembiayaan android vs blackberry antivirus terbaik apa antivirus yang bagus audio bagaimana memilih antivirus bitdefender cFosSpeed cara buat aplikasi android cara membuka file cara mengatasi blue screen cara menghemat baterai pada android cara sms gratis compare antivirus daya fisik download JPGtoPDF download aplikasi download laporan kkp download skripsi gratis download subtitle editor e e-KTP efektivitas fb.me file hidden format flashdisk gadget inafis indosat internet error iphone jadwal pameran komputer 2012 jasa bimbingan skripsi jasa bimbingan skripsi informatika jasa skripsi teknik informatika jasa tesis sistem informasi jejaring sosial judul TA informatika judul skripsi akuntansi judul skripsi ekonomi judul skripsi informatika judul skripsi manajemen judul skripsi teknik informatika jurnal informatika jurusan informatika juul skripsi kajian pustaka kekurangan linux kelebihan jurusan informatika kelebihan linux kelebihan listrik prabayar kemiripan merk keunggulan listrik prabayar koneksi internet konsultan skripsi konsultan skripsi informatika konsultan tesis konsultan tugas akhir kredit laba bersih laptop terbaik laptop yang bagus listrik prabayar makalah skripsi informatika makalah skripsi teknik informatika membuat logo sendiri mengevaluasi perkembangan usaha meningkatkan tarfik menu lain google chrome merawat ponsel merk merk laptop terawet metode rasio modal kerja pemberian kredit pembuatan skripsi informatika pendapatan penjualan kredit penyebab printer error penyingkat url penyusunan skripsi perbaiki flashdisk perbedaan perbedaan blackberry dn android perkembangan usaha perputaran piutang photo ponsel terkena air populasi prestasi kerja printer canon ip1880 error profitabilitas referensi skripsi remaja rentabilitas sampel semangat kerja serial key setting windows 7 shari'ah sistem situs edit foto online skip ad skripsi download skripsi sistem informasi skripsi ti sms banking ta tag facebook tesus theme windows xp tinjauan hukum terhadap kemirikan merk tips skripsi transaksi online unik virus facebook virus fb wazzub adalah widows xp